Selasa, 26 Juni 2012











DUA BERSAUDARA YANG SALING MENCINTA
 
Dua bersaudara, yang seorang  membujang,  yang  lain  kawin,
punya  ladang,  dengan  subur  menghasilkan  limpah  gandum.
Separuh diberikan kepada saudara yang  satu  dan  separuhnya
kepada yang lain.
 
Semua  berjalan  baik pada awal. Lalu, terkadang saja, orang
yang kawin mulai bangun terjaga dari tidurnya di waktu malam
dan  berpikir.  Ini tidak adil. Saudaraku tidak kawin dan ia
mendapatkan separoh hasil ladang. Di sini aku  dengan  Istri
dan  lima  anak,  jadi aku terjamin aman di masa tua. Tetapi
siapa yang menjaga saudaraku celaka  nanti,  kalau  ia  jadi
tua?  Ia  harus  menyimpan  lebih  banyak  bagi  masa  depan
daripada sekarang, maka kebutuhannya jelas lebih besar  dari
pada saya.
 
Dengan  ini  ia bangun tidur, diam-diam menyelinap ke tempat
saudaranya dan  memasukkan  sekarung  gandum  dalam  lumbung
saudaranya.
 
Si  bujang  mendapatkan  ilham  sama  di  waktu  malam juga.
Kadang-kadang ia  bangun  dari  tidurnya  dan  berkata  pada
dirinya:  "Ini  jelas  tidak adil. Saudaraku punya istri dan
lima anak dan ia mendapat separoh hasil tanah. Dan aku tidak
punya  tanggungan  selain  diriku  sendiri. Maka tidak wajar
saudaraku miskin, karena kebutuhannya jelas lebih besar dari
saya,  harus  menerima  tepat  sama  seperti  saya." Lalu ia
keluar dari tempat tidurnya dan memasukkan  sekarung  gandum
di lumbung saudaranya.
 
Pada  suatu  hari  mereka  bangun tidur pada waktu sama, dan
lari bertabrakan, masing-masing menggendong sekarung gandum!
 
Bertahun-tahun   kemudian,   sesudah   mati,    kisah    itu
diketemukan.  Maka  ketika  orang  sekota  itu mau membangun
kenisah mereka memilih tempat, di mana dua saudara  bertemu,
sebab mereka tidak bisa memikirkan tempat lain di kota, yang
lebih suci daripada itu.
 
Perbedaan  penting  dalam  agama  itu  bukan   antara   yang
beribadah  dan  mereka  yang  tidak  beribadah tetapi antara
mereka yang mencinta dan yang tidak.
 
                   (DOA  SANG  KATAK 1, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996)

Senin, 25 Juni 2012

Udang di balik batu



Lakukanlah segala sesuatu dengan ikhlas...tanpa ada maksud dan tujuan yang tersembunyi, karena itu lebih bermartabat......tapi kalau udang di balik rempeyek itu suatu kewajiban......

Minggu, 24 Juni 2012

Alternatif penganti BBM
Khusus bagi pengendara motor ngak usah khawatir akan efek kenaikan BBM, soalnya
ada solusi yg sangat jitu dan telah terbukti oleh para ilmuan di Amerika. Dari hasil uji lab
yg dilakukan oleh para ilmuwan, membuktikan bahwa air teh dapat dijadikan alternatif
baru pengganti BBM.
Caranya:
1. Gunakan wadah berupa gelas, cangkir, dll
2. Siapkan teh (teh celup, teh hijau, atau apalah yg penting teh) secukupnya
3. Siapkan gula pasir 1 sendok makan.
4. Didihkan air panas hingga 90 derajat celcius.
5. Masukkan teh kedalam air mendidih, lalu masukkan gula.
6. Campur dengan es, lalu masukkan ke dalam botol. selesai.
Mudah bukan, setelah itu tinggal dorong deh tu motor, kalau haus minum itu teh.
Terbukti motor tetep jalan tanpa menggunakan BBM